Hallo Good People,
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki penduduk terbanyak di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Tak heran jika Indonesia memiliki wilayah negara yang luas dengan beribu-ribu pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke dilengkapi dengan kekayaan alam yang melimpah dan berbagai macam suku, adat, dan budaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara destinasi pariwisata bagi turis lokal maupun mancanegara.
Kabupaten Pelalawan adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Riau. Kabupaten Pelalawan memiliki potensi di sektor pariwisata, pengembangan pariwisatanya antara lain terdapat pada warisan budaya yang beranekaragam dan kekhasan seni budaya serta kekayaan alam berupa hutan, danau/tasik dan yang lainnya merupakan modal utama bagi Kabupaten Pelalawan untuk membangun dan mengembangkan sektor kepariwisataan.
Salah satu desa yang memiliki potensi alam dan objek wisata di Kabupaten Pelalawan yaitu Desa Lubuk Kembang Bunga yang terletak di Kecamatan Ukui, Pelalawan. Desa ini sendiri memiliki wilayah seluas 12.758,45 km² (BPS 2018) dengan jumlah penduduk sebanyak 365.817 (DKCS 2018).
Foto bersama Tim KKN Lubuk Kembang Bunga dan Aparatur Desa
Sungai Nilo
Gerbang Depan Taman Nasional Tesso Nilo
Foto bersama tim KKN Kampung Baru
Gajah Liar di Taman Nasional Tesso Nilo
Hutan Tesso Nilo
Salah satu dari beberapa aktivitas wisata budaya yang ada di Taman Nasional Tesso Nilo adalah Menumbai, tradisi ini salah satu dari seni sastra yang memiliki daya tarik yang berpotensi.
Tradisi Menumbai
Selain itu potensi alam yang dimiliki Taman Nasional Tesso Nilo ini adalah madu hutan.
Pemanfaatan madu hutan Tesso Nilo oleh masyarakat merupakan proses budaya sebagai bentuk aplikasi pengetahuan lokal yang dilakukan turun temurun. Madu hutan tersebut merupakan produk yang jumlahnya terbatas dan tergantung ketersediaannya dari alam.
Proses Pengemasan Madu Hutan Tesso Nilo
Berkat upaya mempertahankan pohon Sialang yang ada, masyarakat di sekitar TN Tesso Nilo telah menjadikan madu hutan sebagai usaha ekonomi alternatif. Mereka memanen madu hutan secara lestari dan higienis melalui sistem penirisan sarang. Sarang yang telah diiris akan diproses tanpa remas tangan dan memakai peralatan yang bersih dan bebas pencemaran zat kimia.
Madu Hutan Tesso Nilo dikemas dalam botol kaca 250ml. Madu ini telah menjangkau pasar lokal hingga pasar nasional.
Madu Hutan Tesso Nilo yang telah Dikemas dalam Botol









0 Komentar